Perbedaan Usus Buntu Pada Anak dan Dewasa – Sebagian besar dari kita sudah tidak asing lagi mendengar penyakit usus buntu atau radang usus buntu. Memiliki panjang kira – kira 5 sampai 10 cm. Dalam bahasa medis usus buntu dikenal dengan appendix, sedangkan peradangan usus buntu disebut dengan appendicitis.

Perbedaan Usus Buntu Pada Anak dan Dewasa

Penyakit radang usus buntu (appendicitis) ternyata memiliki perbedaan dari mulai penyebab maupun gejala yang ditimbulkan. Umumnya yang kita ketahui bahwa penyakit usus buntu akan merasakan nyeri dibagian perut bawah, mual dan muntah. Ternyata ada beberapa perbedaan usus buntu yang terjadi pada anak kecil dan orang dewasa.

Menurut Dr.Eko Priatno selaku dokter spesialis usus buntu menjelaskan bahwa peradangan usus buntu (umbai cacing) terjadi akibat proses sumbatan dalam rongga usus buntu. Bisa diakibatkan karena feses yang mengeras (fekolit), atau pembengkakan kelenjar getah bening usus buntu akibat infeksi saluran nafas.

Dalam hal medis usus buntu ini belum diketahui dengan jelas fungsinya dalam tubuh. Namun, ada yang mengatakan bahwa usus buntu (appendix) sebagai sistem kekebalan tubuh. Meskipun demikian, penyakit ini jika didiamkan akan berdampak fatal yaitu berujung kematian. Karena usus buntu dapat pecah apabila tidak segera dilakukan tindakan operasi oleh dokter ahli bedah digestif. Dokter yang berhak melakukan tindakan operasi saluran pencernaan.

Berbicara mengenai gejala dan penyebab radang usus  buntu, ternyata ada beberapa perbedaan yang signifikan antara anak dan orang dewasa, agar Anda tidak salah kaprah. Maka simak dibawah ini perbedaanya, yaitu:

Orang Dewasa
  • Bagi orang dewasa, rata – rata disebabkan karena adanya infeksi di saluran pencernaan. Misalnya saja, Anda mengkonsumsi makanan dengan sambal yang masih ada biji cabainya, karena biji sulit dicerna, maka dia akan menempel di usus dan menyebabkan peradangan.
  • Sedangkan gejala yang timbul pada orang dewasa yaitu akan merasakan demam ringan, mual dan muntah, nafsu makan mulai berkurang, perut kembung, dan lokasi nyeri di bagian perut kanan bawah.

Anak Kecil

  • Bagi anak kecil, peradangan pada usus dikarenakan adanya penyumbatan di rongga usus. Biasanya terjadi oleh feses yang mengeras. Istilahnya yaitu fecalith, dimana anak – anak masih belum teratur untuk BAB.
  • Gejala yang dialami anak kecil hampir sama dengan orang dewasa, hanya saja yang membedakan adalah lokasi nyeri. Anak kecil  akan merasakan sakit di bagian tengah dibawah pusar. Karena usus orang dewasa sudah terbentuk melingkar, sedangkan anak kecil masih lurus, jadi lokasi nyeri ini yang membedakan.

Apabila Anda maupun anak Anda merasakan gejala – gejala seperti yang sudah dijelaskan sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk di cek dengan dokter spesialis usus buntu atau langsung dengan dokter ahli bedah digestif.

Appendicitis merupakan salah satu penyakit tersering pada daerah perut yang memerlukan operasi. Lebih sering dialami pada anak kecil dan remaja, jarang sekali terjadi pada orang dewasa maupun orang tua.

Jika tidak dilakukan tindakan operasi oleh dokter ahli bedah digestif, maka dapat menyebabkan komplikasi serius. Di mana usus buntu yang pecah akan menyebabkan infeksi dalam tubuh karena gumpalan nanah dalam perut yang tidak diketahui dan tidak ditangani dengan cepat.

Untuk itu jaga usus Anda dengan baik, bukan hanya usus buntu saja. Caranya dengan mengkonsmsi makanan yang sehat, tidak berlebihan mengkonsumsi makanan pedas, lebih banyak konsumsi serat dan minum air putih.